Ini Dia Aturan Waktu Kerja dan Istirahat Serta Penambahan Jam Kerja Saat WFH

Ini Dia Aturan Waktu Kerja dan Istirahat Serta Penambahan Jam Kerja Saat WFH

Ini Dia Aturan Waktu Kerja dan Istirahat Serta Penambahan Jam Kerja Saat WFH – Ketetapan Waktu Kerja dan Istirahat

Seperti dijumpai, penerapan work from home (“WFH”) atau bekerja di dalam rumah dilaksanakan buat menahan resiko penyebaran infeksi COVID-19. Tiap pebisnis harus melakukan ketetapan waktu kerja, mencakup:

  1. 7 jam satu hari dan 40 jam satu minggu untuk 6 hari kerja dalam seminggu; atau
  2. 8 jam satu hari dan 40 jam satu minggu untuk 5 hari kerja dalam seminggu.

Khusus untuk bidang usaha atau tugas tertentu bisa diterapkan ketetapan waktu kerja kurang ataupun lebih dari 7 jam satu hari dan 40 jam satu minggu atau 8 jam satu hari dan 40 jam seminggu.

Hingga dari ketetapan di atas, bisa dijumpai jika sebelumnya perusahaan istri Anda sudah ikuti ketetapan waktu kerja 8 jam satu hari untuk 5 hari kerja dalam seminggu. Pebisnis selanjutnya diharuskan memberikan karyawan waktu istirahat, yang minimum mencakup satu diantaranya istirahat mingguan satu hari untuk 6 hari kerja dalam seminggu.

Ini Dia Aturan Waktu Kerja dan Istirahat Serta Penambahan Jam Kerja Saat WFH

Tambahan Jam Kerja Saat WFH

Menyambung pertanyaan Anda, pebisnis yang mengaryakan karyawan melewati waktu kerja seperti diartikan di atas, harus penuhi persyaratan:

  1. ada kesepakatan karyawan/pekerja yang bersangkutan; dan
  2. waktu kerja lembur cuman bisa dilaksanakan paling lama 4 jam dalam satu hari dan 18 jam dalam seminggu.

Pebisnis yang mengaryakan karyawan melewati waktu kerja seperti yang diterangkan di atas, harus bayar gaji kerja lembur. Pantas dicatat, mengaryakan lebih dari waktu kerja sebisa mungkin harus dihindarkan karena karyawan harus memiliki saat yang cukup buat mengembalikan kebugarannya dan istirahat. Tetapi, dalam beberapa hal tertentu ada keperluan yang menekan yang perlu dituntaskan selekasnya dan tidak bisa dijauhi hingga karyawan harus bekerja melewati waktu kerja. Ketetapan selanjutnya tentang waktu kerja lembur dan gaji kerja lembur ini akan ditata dalam Ketentuan Pemerintah sebagai ketentuan eksekutor UU Cipta Kerja.

Saat WFH, istri Anda bekerja 8 jam satu hari untuk 5 hari kerja lalu ditambah lagi 3,5 jam pada hari Sabtu, hingga keseluruhannya jadi 43,5 jam kerja dalam seminggu. Dengan begitu, perusahaan sudah mengaryakan istri Anda melewati waktu kerja, dan pebisnis harus bayar gaji kerja lembur ke istri Anda. Di lain sisi, tambahan waktu kerja semestinya berdasar kesepakatan dari karyawan ditambah dulu. Waktu kerja lembur cuman bisa dilaksanakan optimal 4 jam dalam satu hari dan 18 jam dalam seminggu. Jika Anda saat ini memerlukan pengacara perceraian di bali bisa langsung kunjungi website pengacaradibali.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *